Anggayuda

aye“Awalnya cuma sekedar hobby dan mencari penghasilan tambahan untuk membayar biaya kuliah.” Sahut pria alumni jurusan Kimia ITB dan salah satu member GIMB (Gerakan Indonesia Muda Berbisnis) ini saat ditanya dari mana bisnis yang sedang dibangun ini dimulai.

Setelah sekitar 2 tahun mengajar dari rumah ke rumah melalui lembaga bimbingan belajar IPA eksklusif NATC, pria yang kerap disapa ‘Aye’ ini dipercaya untuk mengelola dan mengembangkan bisnis itu hingga saat ini.

Dengan modal  pengalaman 4 tahun mengajar dan passion berkontribusi untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia, Aye mulai mengembangkan bisnisnya secara bertahap. Awalnya hanya bisnis privat yang bermodalkan jaringan teman-teman, serabutan, tanpa sistem dan tanpa kantor.

Namun kini di bawah payung CV. Sharia Empire Business Group nilai omzetnya telah mencapai ratusan juta dengan total karyawan sekitar 40 orang, member (siswa binaan) ratusan siswa dan telah menjalin kerjasama dengan beberapa sekolah di Kota Bandung.

Apa yang menyebabkan bisnisnya berkembang dengan cukup pesat? Ternyata ada yang unik dari produk jasa layanan privat yang diusung oleh pria kelahiran Jember ini. Selain keunikannya sebagai lembaga privat yang memiliki spesialisasi bidang Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Aye juga menerapkan strategi pembelajaran totalitas pada setiap siswa binannya.

Berhubung belajarnya one to one, biasanya aye dkk. memiliki kesempatan yang lebih luas untuk membina siswa binaannya satu per satu.

Sehingga tidak hanya sekedar mengajarkan matematika, fisika, kimia dan biologi saja, namun juga melayani jasa konsultasi tambahan seputar masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh siswa didik atau dalam bahasa lumrahnya mereka menyediakan waktu khusus untuk ‘curhat’ secara cuma-cuma.

Curhat masalah apapun yang dihadapi oleh siswa. Mulai dari soal kehidupan sehari-hari di rumah maupun sekolah, hingga persoalan yang sangat penting: perencanaan masa depan.

Tidak hanya itu. Dalam memberikan pelayanan jasa privat belajar, Aye dkk. juga melibatkan orangtua dalam proses pembelajaran. Setiap perkembangan siswa didik terus dipantau dan dilaporkan kepada orangtua siswa.

Dengan harapan sinergitas proses pembelajaran dapat utuh dan menyeluruh. Sebab proses pembelajaran itu tidak hanya tentang meng-edukasi siswa didik saja, melainkan juga tentang meng-edukasi orangtua.

Adanya pola pembelajaran yang menyeluruh ini ternyata mendapat sambutan yang sangat baik dari pihak siswa maupun dari pihak orangtua. Tidak jarang aye dkk. menerima tawaran membina siswa/i SMP/SMA  yang berasal dari rekomendasi para orangtua member ataupun dari rekomendasi member.

Banyak dari member merasa sangat senang dan puas dengan sistem pelayanan pendidikan yang terpadu. Dari pihak orangtua sangat senang sebab mereka menjadi terbantu dalam memantau perkembangan putra/i nya, tidak hanya dari segi pelajaran namun juga dari segi proses pendewasaan.

Sementara dari pihak member sangat senang karena mereka mendapatkan sosok seorang kakak yang dapat membantu mereka melewati berbagai permasalahan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Uniknya, ternyata totalitas pelayanan pendidikan yang oleh Aye dkk. dikemas dengan istilah ‘cointegrated learning’ menimbulkan kepercayaan yang tinggi terhadap konsumen. Sehingga secara bertahap status konsumen berubah mulai dari pengguna (consumer), anggota (member), pendukung (advocate) hingga menjadi raving fans (penggemar).

Secara langsung ataupun tidak langsung konsumen merekomendasikan ke sanak-saudara ataupun relasi-relasi konsumen tentang jasa layanan privat SMP & SMA yang diusung oleh Aye dkk.

Hal ini lah yang menjadi cikal bakal terciptanya Word of Word Of Mouth Marketting  (WOMM) atau pemasaran dari mulut ke mulut. Sehingga dengan demikian strategi pemasaran pun semakin efektif karena langsung mengena ke segmen pasar yang diinginkan.

Selaku produsen kita tidak perlu terlalu sulit mencari segmen pasar yang sesuai dengan yang kita inginkan, sebab pelanggan telah menjadi agen-agen pemasaran kita secara suka rela bahkan tanpa kita minta. Dan ini tentu lebih irit biaya dibandingkan harus memasang iklan-iklan dalam jumlah yang besar yang belum tentu efektif meningkatkan angka penjualan.

Jadi salah satu strategi yang menjadi fokus utama dalam menciptakan Word Of Mouth Marketing  adalah dengan cara menaikkan level pelanggan dari pengguna menjadi raving fans (penggemar berat). Beberapa tips yang dapat digunakan untuk membuat pelanggan menjadi raving fans antara lain:

  1. Proaktif terhadap konsumen

Selalu tanyakan bagaimana komentar/pendapat konsumen tentang produk yang kita sajikan. Jangan menunggu konsumen untuk memberikan keluhan kepada Anda. Sekitar 80% masyarakat Indonesia lebih memililih untuk memendam keluhan atas buruknya pelayanan/produk. Itu sebabnya kita harus lebih aktif dalam mengamati tingkat kepuasan konsumen terhadap produk/jasa yang kita berikan.

  1. Pahami kebutuhan konsumen

Pahami kebutuhan konsumen akan produk/jasa yang dibutuhkan. Dalam hal ini kita harus lebih sering mendengar, terlebih ketika konsumen memberikan keluhan atas jasa/produk yang kita sajikan.

  1. Selalu upayakan pemenuhan kebutuhan konsumen

Setelah mencoba mendengar dan memahami kebutuhan-kebutuhan maupun keluhan-keluhan konsumen, selalu coba penuhi kebutuhan mereka. Sebisa mungkin wujudkan apa yang diharapkan oleh konsumen terkait dengan produk/jasa yang kita berikan.

  1. Totalitas dan beri pelayanan terbaik

Sebagai konsumen yang menggunakan produk/jasa kita, selalu upayakan memberikan yang terbaik dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Sederhananya ibaratkan saja mereka adalah tamu agung yang sedang kita layani.

  1. Loyalitas

Pada prinsipnya semua strategi yang kita tentukan diitujukan untuk meningkatkan loyalitas konsumen terhadap kita selaku penyedia barang/jasa. Sehingga ketika loyalitas telah terbangun maka secara perlahan tapi past konsumen akan menjadi raving fans kita.

Berkat banyaknya konsumen yang menjadi raving fansmouth marketing strategy mulai berjalan dan kini bisnis yang dikembangkan oleh aye dkk bertumbuh dengan pesat. Hingga saat ini jumlah member yang dibina lebih dari 200 siswa mulai dari tingkat SD, SMP, SMA bahkan hingga tingkat mahasiswa (perguruan tinggi). Secara konsisten angka ini terus bertambah pesat dari waktu ke waktu.

Masih dengan semangat  ikut serta dalam upaya perbaikan pendidikan di Indonesia, saat ini aye dkk. sedang mengembangkan program-program penunjang pendidikan lainnya seperti program pembinaan siswa/i yang sedang mempersiapkan olimpiade matematika, fisika, kimia dan biologi.

Selain itu aye dkk. juga aktif membina beberapa sekolah islam di kota Bandung dan di luar Bandung untuk meningkatkan prestasi siswa di sekolah khususnya dalam ajang kompetisi ilmiah melalui science club dan olympiad class.

Tidak hanya itu, bersama dengan tim mahasiswa/i terbaik dari ITB dan UPI aye membuat permainan-permainan matematika, fisika, kimia dan biologi yang dapat digunakan untuk membantu proses pembelajaran di sekolah. Sehingga harapannya di masa mendatang pelajaran matematika & IPA lebih mudah dimengerti oleh siswa didik.

Jika ditanya apa impiannya di masa yang akan datang, jawabannya sangat sederhana: “Saya hanya ingin suatu saat nanti melihat negeri ini melahirkan generasi-generasi prestatif dan solutif atas permasalahan bangsa melalui sistem pendidikan yang berkeadilan & memanusiakan manusia.“

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s